Lagi Serius Jualan Togel di Warung Kelontong, Warga Gumelar Ini Kepergok Polisi

Semakin berkembangnya zaman yang membuat permainan togel dapat diakses secara online, ternyata tak membuat para pecinta game judi offline memutat setir. Buktinya masih banyak yang melakukan judi darat di warung-warung ataupun tempat tersembunyi lainnya. Namun sepandai apapun para pecinta judi menyembunyikan aksinya, masyarakat sekitar tetap akan bisa mengetahui kegiatan tersebut. Mungkin sulit bagi aparat hukum dalam menemukan aksi judi yang tersembunyi tetapi mudah bagi masyarakat yang tahu untuk melaporkan kegiatan judi tersebut kepada polisi. Itulah yang akhirnya membuat para pelaku judi togel online mudah tertangkap dan akhirnya merasakan dinginnya menginap di balik jeruji besi.

Akan tetapi sepertinya hukuman tersebut tak membuat para pemain judi jera. Buktinya masih banyak yang melakukan aksi judi secara offline di berbagai wilayah di Indonesia. Seperti yang telah disebut bahwa sekalipun sudah bersembunyi, tetap akan ditemukan oleh aparat hukum. Apalagi jika tak bersembunyi dan memainkan judi secara terang-terangan di warung kelontong. Seperti yang dilakukan oleh seorang pria berinisial AA usia 34 tahun yang berhasil diamankan oleh aparat hukum. Kombes Pol M Firman L Hakim yang merupakan Kapolresta Banyumas, melalui Kasat Reskrim, Kompol Berry menuturkan bahwa, pada Minggu (13/6) pihaknya sukses meringkus si pelaku. Warga Kecamatan Gumelar tersebut diduga menjual togel Hongkong.

Dirinya mengatakan bahwa telah mendapatkan informasi terkait yang bersangkutan kerap menjual togel di warung kelontong. Ternyata benar, ketika tim memergoki AA tengah berjualan togel di warung kelontong, sampai akhirnya pihaknya berhasil mengamankannya. AA diringkus di sebuah warung kelontong di Desa Gumelar, Kecamatan Gumelar. Selain menangkap pelaku, polisi juga berhasil membawa barang bukti satu unit handphone, uang tunai Rp 20 ribu sampai kartu anjungan tunai mandiri (ATM).

Hari selanjutnya tepatnya pada hari Senin (14/6), SatReskrim Polresta Banyumas mendapatkan informasi terkait adanya penjualan togel di Kecamatan Sumpiuh dan Kecamatan Sumbang. Berbekal informasi tersebut, pihaknya membagi dua tim untuk menelisik di Kecamatan Sumbang dan juga Sumpiuh. Aparat juga sukses meringkus pria berinisal WAS (44) di Kecamatan Sumbang yang menjual togel tersebut kepada warga sekitar.

Ia juga menuturkan bahwa pihaknya mendapati informasi dari masyarakat, karena merasa resah dengan adanya peredaran perjudian jenis togel di kawasannya. Tak hanya mengamankan yang bersangkutan, pihaknya pun telah mengamankan barang bukti berupa uang pasangan togel senilai Rp 67 ribu, kartu ATM untuk transfer ke akun judi togel online, dan juga satu unit handphone yang digunakan sebagai sarana.

Tim SatReskrim pun telah melakukan pengamanan terhadap pria berinisial SRM (47), di sebuah tempat di Kecamatan Sumpiuh. Selain pelaku, petugas juga berhasil membawa serta barang bukti berupa uang pasangan togel dari tersangka SRM dengan nominal yang cukup besar dibandingkan yang lainnya, yaitu sebanyak Rp 475 ribu.

Ia menuturkan bahwa modus yang dimiliki sama, dimana yang bersangkutan ini menerima pemasangan togel dari para pembeli, lantas yang bersangkutan mencatat di buku sampai akhirnya menggunakan handphonenya untuk memasang togel secara online.

Atas perbuatan yang dilakukan, ketiga terduga pelaku dijerat dengan Pasal 303 ayat (1) Ke – 2e KUHP Jo Pasal 2 Ayat (1) UU RI No.7 tahun 1974 mengenai penertiban perjudian dengan ancaman penjara maksimal 10 (sepuluh) tahun. Alih-alih mendapatkan keuntungan yang berlimpah, justru hukuman penjara yang didapatkan jika sudah ditangkap oleh aparat kepolisian. Namun hal ini ternyata tak membuat jera para pecinta judi.